Unsur logam transisi atau biasa di sebut sebagai blok d merupakan unsur-unsur yang muncul setelah periode 3. Unsur-unsur di blok d atau unsur transisi orbital 3d nya sudah mulai terisi dan memiliki sifat yang unik misalnya pada umumnya larutannya berwarna.

Menentukan letak golongan B dlam sistem periodik sedikit berbeda dengan menentukan golongan s dan p, hal ini disebabkan rumus yang dimiliki agak sedikit berbeda. Gunakan rumus berikut untuk menentukan letak golongan transisi dalam sistem periodik.

  • IB——(n-1)d10 ns1
  • IIB—-(n-1)d10 ns2
  • IIIB—(n-1)d1 ns2
  • IVB—-(n-1)d2 ns2
  • VB —-(n-1)d3 ns2
  • VIB—(n-1)d5 ns1
  • VIIB–(n-1)d5 ns2
  • VIIIB-(n-1)d6,7,8 ns2

Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut,

Pastikan bahwa bilangan kuantum di d adalah kurang 1 dari bilangan kuantum s contohnya untuk Cu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 bisa dilihat bahwa bilangan kuantumnya berselisih 1 yaitu 3d10 4ns1 jadi selisih ini harus berurutan misalnya 4d 5s atau 5d 6s.

Letak periode diketahui dengan cara menentukan terlebih dahulu bilangan kuantum pada elektron valensinya. Seperti contoh berikut;

Cr 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
Mo 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d5 5s1
W  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 410 4f14 5s2 5p6 5d4 6s2

dari contoh diatas diketahui bahwakarena masing-masing elektron valensi berada di 4s1, 5s1, dan 6s2 maka periodenya adalah 4, 5, dan 6.